Wednesday, January 7, 2009
Rektorat di Situ Kenanga
Berjalan menyusuri danau, saya menemui hal menarik lainnya. Tiba-tiba saya tersadar bahwa tinggi permukaan situ Kenanga sudah menyamai kapasitas kolam buatan penampungnya. Saya tidak nyaman berpikir lebih jauh jika volumenya bertambah lagi, mungkin saya tidak bisa berjalan di atas rumput menyusuri danau menikmati pemandangan sore. Padahal, beberapa semester yang lalu, saya ingat mengambil sampel air untuk praktikum dengan turun ke dasar situ! Apakah ini berarti Global Warming sudah menyapa kampus yang mempunyai Hutan Kota ini…?
Topografi tanah yang bergradien membuat efek "tumpah".
New Bikun
Hari ke-lima di Bulan Januari. Senin siang yang panas, seperti biasa saya menunggu kendaraan andalan saya menuju kampus, Bis kuning a.k.a Bikun. Tapi ada yang tidak biasa ketika sebuah bis besar nan halus datang mendekatkan diri ke halte dan membuka pintu otomatisnya. Tanpa dikomando, gerombolan mahasiswa yang memang sedang menunggu bikun di Halte Stasiun UI langsung memanfaatkan armada baru itu, bis Aerowisata. Udara sejuk menyambut kami dan kursi yang empuk membuat kami enggan beranjak ketika bis akan berhenti di halte ke-4. Seakan tidak percaya, saya bertanya sendiri, "Tadi itu,, bikun-kah?"
Setahu saya, ada dua unit bikun aerowisata itu. Apakah kemunculannya terkait dengan SIMAKSI UI yang sudah di depan mata? Ataukah Dinas Pariwisata yang berbaik hati menyumbang kelebihan bis-nya ke UI (karena ada tulisan "Visit Indonesia" khas slogan pariwisata) ? Apapun, saya sih senang-senang aja ada bis keren begitu di UI,,he